Gelar yudisium mahasiswa program sarjana ilmu pemerintahan secara langsung, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Buton ketat menerapkan protokol kesehatan sebagaimana arahan kebijakan New Normal atau adaptasi kebiasaan baru.
Di tengah pandemi covid-19 penyelenggaraan yudisium tahun akademik 2019/2020 pada hari sabtu 11 Juli 2020 bertempat di gedung B FISIP UM Buton. Yudisium adalah tahap akhir mahasiswa setelah selerai melalui seluruh rangkaian perkuliahan dan ujian skripsi. Yudisium ini juga adalah momentum yang membahagiakan bagi setiap mahasiswa akhir.
Tepat pukul 10.00 Wita, yudisium dimulai dengan rangkaian protokol kesehatan. Setiap peserta yudisium diwajibkan memakai masker dan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas keamanan kampus.
Susunan acara yudisium juga menerapkan physical distancing dengan pengaturan jarak dan waktu pelaksanaan, mengingat prosesi yudisium juga dilakukan pembacaan surat keputusan serta sumpah sebagai alumni Fisip UM. Buton yang harus diucapkan oleh peserta.
Pada acara yang digelar tidak lebih dari 45 menit ini, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural fakultas maupun jajaran dosen serta staff, untuk memberikan ucapan selamat kepada sejumlah Alumni yang diyudisium hari itu.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Nastia, S.IP.,M.IP., menyatakan bahwa Yudisium Periode Semester Genap pertama di masa pandemi covid-19 ini diikuti sebanyak 32 mahasiswa .”Kita laksanakan sesuai protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19, dari 32 mahasiswa yang diyudisium dengan rerata IPK yakni mencapai 3,46.
Ditempat terpisah, Wakil Dekan Fisip UM Buton Anwar sadat, S.SoS.,M.IP. juga turut memberikan ucapan selamat kepada peserta yudisium, ia menegaskan bahwa “semoga setelah melalui tahapan yudisium dan wisuda nantinya, mahasiswa akan menjadi alumni yang tetap membawa nama baik kampus terkhusus Ilmu pemerintahan FISIP UM Buton dan berguna bagi bangsa, negara dan persyarikatan muhammadiyah.
Prosesi yudisium kali ini cukup berbeda, selain jumlah peserta yang tidak seperti yudisium pada umumnya akibat pandemi yang cukup membatasi aktivitas akademik. Namun, yudisium kami ini memberi kesan bahwa meski pandemi covid 19, tidak menyurutkan upaya mahasiswa untuk dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dengan baik.